Pengikut

Loading...

Minggu, 11 Januari 2009

KONDISI UMUM DAN PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN KOTABARU

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pengembangan wilayah merupakan usaha untuk meperbaiki kondisi suatu wilayah dengan pembangunan sebagai langkah awal bagi wilayah tersebut untuk mencapai suatu kemajuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. Pengembangan suatu wilayah yang ditujukan untuk kemajuan wilayah tersebut biasanya diawali oleh pembangunan fisik yang kemudian diisi oleh berbagai kegiatan. Pembangunan wilayah tiap daerah berbeda karena kondisi dan potensi yang dimiliki juga berbeda, hal inilah yang menyebabkan laju pengembangan tiap daerah berbeda.
Pengembangan wilayah suatu daerah ditentukan oleh pemerintah daerah. Seiring dengan adanya otonomi daerah maka pembangunan lebih merata di seluruh daerah di Indonesia.
Dalam kewenangan daerah Kabupaten Kotabaru disebutkan bahwa daerah memiliki kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter, fiskal, agama, serta kewenangan dalam bidang lain. Kewenangan lain yang tercakup dalam bidang pemerintahan juga meliputi perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah yang ada.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Aspek Fisik Kabupaten Kotabaru
2.1.1. Tanah
Tanah termasuk aspek fisik yang sangat membantu kebutuhan manusia. Tanah di Kabupaten Kotabaru pada umumnya sama dengan jenis tanah yang ada di pulau Kalimantan umumnya, merupakan jenis tanah gambut basah, sebagian besarnya adalah daerah rawa maka tanaman padi yang cocok ditanam di daerah tersebut.
Daerah Kabupaten Kotabaru yang sebagian wilawah daratannya adalah merupakan tanah perbukitan, tanah keras yang mempunyai kontur perbukitan ini sangat cocok bila digunakan untuk perkebunan pisang.

2.1.2. Topografi
Kondisi alam di Kabupaten Kotabaru sangat bervariasi terdiri dari perpaduan tanah pegunungan dan daerah pantai (genangan) dan daerah daratan dengan daerah perairan yang dipenuhi pulau-pulau kecil.

2.1.3. Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan di kabupaten Kotabaru dibedakan menjadi lahan untuk kampung/pemukiman, pertambangan, lahan sawah, tanah kering/tegalan, kebun campuran, perkebunan, hutan serta padang/semak/belukar/alang-alang.
Di kabupaten Kotabaru penggunaan lahan di atas seluruhnya mencapai 942.246 Ha pada tahun 2003. Lahan yang digunakan sebgai lahan hutan tercatat paling luas yaitu sekitar 409.689 Ha. Urutan terluas berikutnya digunakan untuk padang/semak/belukar/alang-alang yang mencapai 318.956 Ha. Penggunaan lahan terkecil adalah sekitar 967 Ha untuk Perairan Darat.

2.1.4. Iklim
Dari hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Stagen, selama tahun 2006, suhu rata-rata di kabupaten kotabaru dan sekitarnya berkisar antara 26,0 º C – 27,7º C. Suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada bulan Desember (33,0 º C).
Curah hujan di kabupaten Kotabaru dan sekitarnya tercatat sebesar 1,5 mm-448,7 mm; dengan rata-rata curah hujan berkisar 0,5 mm-14,1 mm. Jumlah hari hujan terbanyak pada bulan Februari dan maret (23 hari), sebaliknya jumlah hujan terendah terjadi pada bulan Oktober (1hari).

2.1.5. Air
Ketersediaan air yang sehat sangat dibutuhkan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan air yang bersih dan sehat, PDAM menyalurkan kebutuhan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Kotabaru melalui dua IKK yaitu IKK Kotabaru dan Sei Kupang. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Kotabaru pada tahun 2006 adalah 6.223 pelanggan dengan penjualan air sebesar 2.229.919 m³, yang terdiri dari 5.871 pelanggan pada IKK Kotabaru dengan penjualan air sebesar 2.128.341 m³ dan 352 pelanggan pada IKK Sei Kupang dengan penjualan air sebesar 101.578 m³.

2.1.6. Bahan Tambang
Potensi sumber daya alam khususnya pertambangan di Kabupaten Kotabaru, antara lain nikel, migas, emas, biji besi, batu gamping, dan marmer.
2.2. Aspek Manusia atau Aspek Sosial

2.2.1. Penduduk
Jumlah penduduk kabupaten Kotabaru pada tahun 2006 adalah 263.842 jiwa dengan jumlah rumah tangga yang tersebar di 195desa/kelurahan. Jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Pulau Utara sebesar 74.217 jiwa, disusul Kecamatan Pulau Laut barat 18.275 jiwa sedangkan yang jumlah penduduk yang terkecil berada di Kecamatan Kelumpang Barat yang tercatat hanya 4.734 jiwa.
Rasio jenis kelamin penduduk Kotabaru adalah 104,86, ini berarti ada 105 penduduk laki-laki dalam 100 perempuan, jumlah penduduk laki-laki di kabupaten Kotabaru lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan. Pada semua kecamatan di kabupaten Korabaru rasio jenis kelaminnya di atas 100. Hali ini berkaitan dengan pola migrasi di daerah tersebut, dimana pada umumnya kecamatan-kecamatan tersebut adalah penerima migran.
Jumlah penduduk yang begitu besar dan terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan penyebaran penduduk. Sebagian besar penduduk Kabupaten Kotabaru masih terpusat di kecamatan Pulau Laut Utara sekitar 28,13%. Ironisnya Kecamatan Hampang yang memiliki luassekitar 17,88 dari luas total Kabupaten Kotabaru hanya dihuni 3,17% penduduk.
Besarnya jumlah penduduk di Kecamatan Pulau Laut Utara menyebabkan kepadatan penduduk menjadi sangat tinggi yaitu 466 penduduk per km². Disisi lain, Kecamatan Hampang yang luasnya 17,88% dari total luas Kabupaten Kotabaru hanya dihuni 5 penduduk per km².
Banyaknya rumahtangga pada tahun 2006 tercatat sebesar 69.726 rumahtangga dengan rata-rata besarnya rumah tangga 4 orang. Badan Kependudukan , Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotabaru, selama tahun 2006 telah mengeluarkan 4.967 buah akte kelahiran dan 64 buah akte perkawinan.

2.2.2. Ketenagakerjaan
Tenaga kerja merupakan salah satu motor penggerak pembangunan. Pada Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru pada tahun 2006 terdaftar 2.231 orang pencari kerja dengan 489 orang berpendidikan SD, 353 orang berpendidikan SMP, 1.141 orang berpendidikan SMU, 97 orang berpendidikan sarjana muda/DIII dan 151 orang berpendidikan sarjana.

2.2.3. Agama
Sesuai dengan falsafah negara, pelayanan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kehidupan masyarakat sosial budaya yang mungkin dapat menghambat kemajuan bangsa.
Sebagian besar penduduk Kabupaten Kotabaru beragama Islam, mayoritas beragama Islam senyak 96%, agama Kristen/protestan sebanyak 2,4%, agama Hindu 0,7%, dan agama Budha 0,5%. Sebagai daerah agamais Kabupaten Kotabaru banyak memiliki rumah ibadah, diantaranya terdapat 213 (dua ratus tiga belas) buah mesjid, 347 (tiga ratus empat puluh tujuh) buah langgar, 29 (dua puluh) buah gereja, 7 (tujuh) buah pura, dan 1 (satu) buah wihara. Letak rumah-rumah ibadah tersebut tersebar diseluruh wilayah desa, kecamatan sampai ke pelosok desa di Kabupaten Kotabaru.

2.2.4. Pendidikan
Keberhasilan pembangunan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh tingakat pendidikan penduduknya. Peningkatan mutu pendidikan harus diimbangi pula dengan penyediaan sarana pendidikan dan tenaga guru.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus meningkatkan pembangunan dibidang pendidikan dengan menyediakan fasilitas pendukung sarana, kesediaan sarana dan prasarana yang memadai. Pada tahun 2005, di Kabupaten Kotabaru terdapat 245 unit Sekolah Dasar (SD) dan Maderasah Iftidaiyah (MI) , 54 unit Sekolah LanjutanTingkat Pertama (SLTP) dan Maderasah Tsanawiah (MTs), dan 27 unit Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Maderasah Aliyah (MA).
Untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi, di Kabupaten Kotabaru juga terdapat 3 (tiga) Civitas Akademika yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam "DArul Ulum", Akademi Keguruan "Paris Barantai" dan Akademi Politeknik.

2.2.5. Transportasi
Transportasi Darat
Kantor Samasat Kabupaten Kotabaru mencatat pada tahun 2006 banyaknya kendaraan bermotor yang terdaftar adalah 20.334 unit kendaraan, dengan status kepemilikan 19.288 unit kendaraan pribadi, 356 unit kendaraan umum dan 690 unit kendaraan dinas.
Transportasi Laut
Selama tahun 2006, tercatat jumlah kapal yang masuk di Kabupaten Kotabaru adalah sebanyak 10.485 buah dengan muatan barang yang dibongkar sebanyak 19.942.414.31 Ton/M³ serta muatan barang sebanyak 53.473.078.47 Ton/M³.
Pelindo III Kabupaten Kotabaru mencatat menurut jenis pelayaran, arus kunjungan kapal yang masuk ke pelabuhan Stagen/Kotabaru pada tahun 2006 dari Pelayaran Dalam Negeri sebanyak 416 buah, sedangkan Pelayaran Luar Negeri yang masuk ke pelabuhan Stagen/Kotabaru sebanyak 2 buah.
Transportasi Udara
Kantor Bandara Stagen Kotabaru selama tahun 2006 mencatat jumlah pesawat yang datang sebanyak 809 buah dengan jumlah pnumpang 170265 orang, sedangkan jumlah pesawat yang berangkat tercatat sejumlah 809 buah dengan jumlah penumpang 17.794 orang.
Disamping itu tercatat pula jumlah barang yang dibongkar sebesar 63.231 Ton dan yang dimuat sebesar 32.781 Ton; sedangkan jumlah bagasi yang dibongkar sebesar 114.410 Ton dan yang dimuat sebesar 106.023 Ton.

2.2.6. Industri
Industri-industri yang ada di Kabupaten Kotabaru adalah industri padi, jagung, pisang serta pakan ternak dan ikan; minyak goreng; karet dan kakao; pengolahan ikan/tepung ikan, rumput laut dan kerang mutiara semen; Industri pallet biji besi dan baja; dan Industri pengolahan Kayu. Dengan adanya industri-industri tersnut dapat membantu mengangkat perekonomian dan menyerap tenaga kerja.

2.2.7. Kesehatan
Ketersediaan sarana kesehatan di Kabupaten Kotabaru terus ditingkatkan berbagai fasilitasnya pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas yang terdapat di setiap kecamatan. Saat ini tersedia 1 (satu) RSUD tipe C yang sedang dalam tahap peningkatan menuju tipe B, 22 (dua puluh dua) Puskesmas, 69 (enam puluh sembilan) Puskesmas pembantu, 11 (sebelas) Balai Pengobatan swasta, dan 1 (satu) BKIA.
Tenaga medis yang tersedia di Kabupaten Kotabaru meliputi 24 (dua puluh empat) orang Dokter Umum, 5 (lima) orang Dokter Gigi, 4 (empat) orang Dokter Spesialis. Ditambah dengan tenaga perawat sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) orang, 78 (tujuh puluh delapan) orang Bidan dan 331 (tiga ratus tiga puluh satu) orang dukun bayi. Untuk pelayanan progaram Keluarga Berencana tersedia 36 (tiga puluh enam) unit klinik KB dengan 28 (dua puluh delapan) orang petugas PLKB, 180 (seratus delapan puluh) orang tenaga PKBD, dan 28 (dua puluh delapan ) orang tenaga pengawas PLKB.
Tingkat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator kesejahteraan. Karena itulah, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai tahun 2008 akan melakukakan pembangunan dan peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru.
Peningkatan tidak hanya pada sarana dan prasarana, melainkan juga pada tenaga pendukung layanan kesehatan. Direncanakan, Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru akan menambah tenaga dokter spesialis disamping tenaga dokter spesialis yang telah ada di Kotabaru saat ini.
Diharapkan, dengan adanya pembangunan dan peningkatan kualitas ini, kebutuhan masyarakat Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya akan pelayanan kesehatan akan dapat terpenuhi secara optimal.

2.3. Aspek Biotis
2.3.1. Jenis Hewan dan Persebarannya
Hewan yang ada di Kabupaten Kotabaru pada ummnya adalah jenis hewan yang banyak ditemukan di setiap wilayah. Diantaranya adalah sapi, kerbau, kambing, ayam, itik, dan babi.

2.3.2. Jenis Tanaman dan Persebarannya
Berbagai jenis tanaman yang ada di Kabupaten Kotabaru dapat tumbuh apabila sesuia dengan jenis tanah yang ada. Karena jenis tanah di Kotabaru kebanyakan keras maka tanaman yang cocok adalah pisang dan karena tanah di Kotabaru bersifat gambut basah yang sebagian besar adalah rawa maka padi sangat cocok ditanami.

2.4. Aspek Abstrak
2.4.1. Letak Geografis
Posisi Kotabaru secara geografis terletak di sisi tenggara propinsi Kalimantan Selatan dengan titik koordinat diantara 2 20'-4 56' Lintang Selatan dan, 115 29'-116 30' Bujur Timur sedangkan pembagian Grid Provinsi terletak antara Grid AA-CG dan 27-57 dengan titik salib sumbu grid pada koordinta UTM X = 300.000 – 550.000 dan Y = 9.455.000 – 9.750.000 dengan ibukota Kotabaru.

2.4.2. Batas
Wilayah Kabupaten Kotabaru berbatasan dengan:
Utara dengan propinsi Kalimantan Timur
Timur dengan selat makasar
Selatan dengan laut Jawa
Barat dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

2.4.3. Luas Wilayah
Kabupaten Kotabaru merupakan Kabupaten terluas di Kalimantan Selatan. Luasnya adalah lebih dari ¼ (25.21 %) dari luas wilayah provinsi Kalimantan selatan dengan luas wilayah 9.442,46 Km-Persegi atau lebih kurang seperempat luas wilayah propinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten Kotabaru terbagi menjadi 20 kecamatan dan 192 kelurahan/desa. Wilayah Kabupaten Kotabaru juga terdiri dari 45 pulau besar dan kecil, yang terbesar adalah Pulau Laut, dan diantaranya ada beberapa pulau yang dapat dikategorikan sebagai pulau besar yaitu Pulau Sebuku, Pulau Kunyit, Pulau Sewangi. Dalam konteks regional, Nasional dan Internasional Kotabaru memiliki keunggulan kompetitif karena posisi yang strategis yaitu berada pada pusat persilangan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan potensial menjadi alternatif gerbang transit paling efesien dalam lalu lintas pelayaran internasional di Asia Fasifik.
Secara administratif, Kabupaten Kotabaru terdiri dari 20 Kecamatan dan 195 Desa/Kelurahan, yaitu:
Kecamatan Pamukan Selatan
Kecamatan Pamukan Utara
Kecamatan Pamukan Barat
Kecamatan Sungai Durian
Kecamatan Kelumpang Barat
Kecamatan Sampanahan
Kecamatan Kelumpang Utara
Kecamatan Kelumpang Tengah
Kecamatan Kelumpang Hulu
Kecamatan Hampang
Kecamatan Kelumpang Selatan
Kecamatan Kelumpang Hili
Kecamatan Pulau Laut Utara
Kecamatan Pulau Laut Tengah
Kecamatan Pulau Laut Timur
Kecamatan Pulau Sebuku
Kecamatan Pulau Laut Barat
Kecamatan Pulau Laut Selatan
Kecamatan Pulau Laut Kepulauan
Kecamatan Pulau Sembilan


2.5. Potensi dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Kotabaru
Visi pembangunan daerah Kabupaten Kotabaru ke dalam rumusan:
TERWUJUDNYA PEMBANGUNAN KABUPATEN KOTABARU YANG BERKELANJUTAN MENUJU MASYARAKAT YANG DEMOKRATIS, RELIGIUS, ADIL DAN SEJAHTERA
Dalam melaksanakan tata pemerintahan, Kabupaten Kotabaru membentuk kelembagaan perangkat daerah yang terdiri dari:
- 1 (satu) Sekretaris Daerah
,- 3 (tiga) Asisten Sekretaris Daerah,
- 1 (satu) Sekretariat DPRD,
- 14 (empat belas) Dinas
- 4 (empat) Badan
- 5 (lima) Kantor


Motto Kabupaten Kotabaru SA-IJAAN yang memiliki makna : Semufakat, satu hati dan se-iya sekata. Sumber: Situs resmi Kabupaten Kotabaru di http://www.kotabarukab.go.id/
Perekonomian Kabupaten Kotabaru dapat dilihat dari besaran nilai PDRB, Kabupaten Kotabaru termasuk kabupaten yang mempunyai potensi ekonomi yang relatif besar jika dibandingkan dengan Kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Bahkan meskipun 5 (lima) kecamatan yang meliputi Kecamatan Satui, kecamatan Kusan Hulu, kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Sungai loban dan Batu Licin kini telah berdiri sendiri menjadi Kabupaten Tanah Bumbu, PDRB Kabupaten Kotabaru masih menempati urutan ke dua terbesar setelah Kota Banjarmasin dengan menyumbang 17,75% terhadap total PDRB Propinsi Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Koatbaru tahun 2005 sebesar 5.09% dengan nilai PDRB Kabupaten Kotabaru berdasarkan atas harga yang berlaku pada tahun 2005 mencapai 3.846,04 Milyar Rupiah, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai 2.848,76 Milyar Rupiah.
Sedangkan rata-rata pertumbuhan ekonomi tahun 2001-2005 jika dengan pertambangan adalah sebesar 5,69% per tahun dan sebesar 5,09% pertahun tanpa pertambangan. Kabupaten Kotabaru terus menggalakkan pembangunan di segala bidang. Potensi perekonomian yang dimiliki oleh Kabupaten Kotabaru meliputi bidang:

A. Potensi Sumber Daya Alam
Pertambangan
Potensi sumber daya alam khususnya pertambangan di Kabupaten Kotabaru sangat menjanjikan, antara lain:
- Batubara 2.820,5 juta Ton,
- Nikel 42.534 juta Ton,
- Migas terindikasi sebesar 179,89 juta Barel,
- Emas 8,785 juta Gram,
- Biji Besi 86 juta Ton,
- Batu Gamping 300 juta Ton,
- Marmer 24 juta Ton.
Sebagian besar potensi pertambangan di Kabupaten Kotabaru telah dieksplorasi, seperti batubara, kapur gamping, biji besi dan emas dengan kontribusi devisa bagi negara yang cukup besar.

Pertanian Padi
Luas areal panen padi di Kabupaten Kotabaru tahun 2005 adalah 17.105 hektar dengan produktivitas sebesar 3,65 Ton per Hektar, yang dikembangkan di kecamatan Pulau Laut Timur dan Kecamatan Kelumpang Utara. Disamping hasil pertanian berupa padi, tanaman pangan lain yang banyak dihasilkan adalah ketela pohon dengan produksi sebesar 37.369 Ton. Luas tanaman sayur-sayuran adalah sekitar 1.300 Hektar dengan hasil produksi 4.380 Ton dan produktivitas sebesar 3,37 Ton per Hektar.
Pertanian padi yang terdapat di Kotabaru masih menggunakan cara konpensional, umumya dilakukan oleh para petani di Indonesia yang beriklim tropis basah masih mengandalkan sistim irigasi tadah hujan. Sifat tanah di Kabupaten Kotabaru sama dengan jenis tanah yang ada di pulau Kalimantan umumnya, merupakan jenis tanah gambut basah, sebagian besarnya adalah daerah rawa maka padi yang cocok ditanam di daerah tersebut adalah berjenis padi unggul lokal yaitu padi siam unus. Rentang waktu tanam hingga panen padi jenis ini sangat panjang, sehingga petani hanya mampu melakukan sekali panen dalm siklus sekali musim tanam pula dalam setahun. Panen raya hanya dapat dilakukan dalam waktu satu tahun sekali tersebut diakibatkan oleh musim hujan di daerah ini memang pendek, dalam satu tahun terjadinya musim hujan dengan curah yang cukup tinggi hanya antara bulan september sampai dengan desember. Hasil panen para petani umumnya hanya dapat memenuhi pasar lokal saja.

Pisang
Daerah Kabupaten Kotabaru yang sebagian wilawah daratannya adalah merupakan tanah perbukitan, tanah keras yang mempunyai kontur perbukitan ini sangat cocok bila digunakan untuk perkebunan pisang. Pertanian pisang di daerah Kabupaten Kotabaru sendiri masih belum dilakukan sesara maksimal pengelolaannya, peluang bisnis pada sektor pertanian ini sangat memerlukan sentuhan investor. Jenis pisang yang banyak ditanam didaerah tersebut banyak sekali ditemui tumbuh dengan subur jenis pisang kepok atau sering disebut dengan nama setempat dengan pisang menurun, jenis pisang ini dapat diproses lanjut menjadi bahan makanan selingan misalnya keripik, pisang goreng dan lain-lain.

Perikanan
Produksi perikanan tahun 2006 tercatat sebesar 40.157,8 Ton yang terdiri dari 37.191,5 Ton produsi perikanan laut dan 2.966,3 ton perikanan darat. Nilai produksi perikanan sebesar Rp. 325.594.587,00 terdiri dari Rp. 297.532,00 berasal dari perikanan laut dan Rp. 28.062.587,00 dari perikanan darat.

Kelautan
Potensi lestari ikan di Kabupaten Kotabaru mencapai 98 Ton/Tahun, selain itu potensi ikan kerapu mencapai 10,2 Ton/Tahun, udang 15 Ton/Tahun, kepiting dan rajungan 220 Ton/Tahun, ikan bawal 93 Ton/Tahun, ikan asin 220,5 Ton/Tahun, lobster 96 Ton/Tahun, dan rumput laut 447 Ton/Tahun serta terdapat juga potensi karang laut.
Rumah tangga perikanan laut tercatat sbanyak 4.149 rumah tangga dengan perahu motor berjumlah 3.341 unit. Sedangkan jumlah rumah tangga perikanan darat, tambak dan kolam sebanyak 1.411 rumah tangga dengan perahu jenis jukung sebanyak 251 buah.


Peternakan
Populasi ternak besar yang terdiri dari sapi, kerbau, dan kuda pada tahun 2006 secara berturut-turut adalah 8.069 ekor, 15.746 ekor dan 51 ekor. Populasi terak kecil pada tahun 2006 terdiri dari 18.181 ekor kambing dan 277 ekor babi.
Populasi ternak unggas terdiri dari 997.460 ekor ayam ras pedaging, 778.803 ekor ayam buras dan 180.471 ekor itik.

Agrobisnis Kehutanan dan Perkebunan
Total luas tata guna hutan Kabupaten Kotabaru adalah 450.679.952 Hektar, sebagian besar yaitu 250.577.716 Hektar digunakan sebagai lahan Hutan Produksi Tetap (HPT).
Produksi kayu bulat terbesar adalah jenis akasia yaitu seesar 143 ribu Meter Kubik dan kayu sengon sebesar 93 ribu Meter Kubik . Total produksi kayu olahan adalah sekitar 86 ribu Meter Kubik dengan produksi terbesar olahan kayu gergaji sebesar 52 ribu Meter Kubik.
Kabupaten Kotabaru sangat potensial untuk tanaman perkebunan. Selama tahun 2006 produksi terbesar adalah kelapa sawit, disusul karet, kelapa dalam dan kopi.
Tanaman perkebunan terutama kelapa sawit dan karet dikelola oleh perusahaan besar maupun perkebunan rakyat dan PTP. Luas tanaman perkebunan tanaman kelapa sawit yang dikelola oleh perkebunan rakyat adalah sebesar 10 ribu Hektar dengan hasil produksi sekitar 11 ribu Ton buah kelapa sawit. sedangkan hasil produksi buah kelapa sawit yang dikelola oleh perusahaan adalah 794 ribu Ton.
Pada subsektor Sgribisnis peluang investasi yang layak untuk dikembangkan antara lain:
Pengembangan padi, jagung, pisang dengan luas areal tidak kurang dari 10.000 Hektar.
Pengembangan ternak sapi, itik, kambing dan kerbau.
Pengembangan perkebunan kelapa sawit, karet, kakao, dengan lahan tersedia tidak kurang dari 30.000 hingga 50.000 Hektar tanah produktif.
Pengembangan budidaya udang, kerapu, kerang mutiara dan rumput laut.


Parawisata
Dinas Parawisata Kabupaten Kotabaru memberikan data obyek wisata di setiap kecamatan. Badan Pusat Statistik Kotabaru mencatat di wilayah Kabupaten Kotabaru terdapat 13 buah perusahaan akomodasi dengan 1 buah hotel berbintang I, 5 buah kelas Melati I, 3 buah kelas Melati II, 1 buah kelas Melati II, 2 buah wisma dan 2 buah penginapan. Sedangkan total jumlah kamar yang tersedia adalah 201 kamar dengan 318 tempat tidur.
Air Terjun
1. Air Terjun Seratak
Air Terjun Seratak adalah kawasan wisata alam dan tirta dengan air terjun yang alami serta dengan tumbuhan anggreknya yang sangat menarik. Sedang dirintis untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata serta dengan agro wisata yang sudah ada. Pada musim buah daerah tersebut banyak dikunjungi orang.
2. Air Terjun Tumpang Dua
Air Terjun Tumpang Dua yang berlokasi di desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara merupakan kawasan objek wisata tirta yang sangat menarik, indah dan sejuk dengan fasilitas kolam renang alami yang sangat nyaman, santai buat keluarga dengan suasana alam pegunungan yang jarang terdapat di daerah lain.


Wisata Alam
1. Gunung Batu Kapur
Gunung Batu Kapur ini merupakan sebuah pemandangan khusus dengan keindahan alam yang langka, disamping potensi alam tersebut juta sebagai potensi tambang atau salah satu bahan baku industri. Gunung ini, dilihat dari kejauhan hanya sebuah gunung yang indah. Namun, apabila melintas di sisinya, tentu nampak lebih jelas lagi keindahannya.
2. Pulau Manti
Pulau Manti adalah sebuah pulau dengan pasir pantai yang putih, berada di antara Pulau Laut dan Pulau Sebuku. Pulau ini menghadirkan kesejukan suasana pantai danlaut dan sangat nyaman untuk dijadikan sebagai tempat instirahat dalam waktu tertentu.
3. Pulau Samar Gelap
Dari kejauhan terlihat samar-samar apabila menjelang senja, namun pulau tersebut menyimpan kedamaian di laut sekitar karena jika kita berada di sana kita bisa menikmati pemandangan unik yaitu merayapnya penyu ke pantai untuk bertelur.


Wisata Bahari
1. Pantai Gedambaan
Pantai ini merupakan sebuah pantai yang sangat indah dan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kotabaru. Pantai ini terus dikembangkan dan pasilitasnya terus ditambah. Pada tahun 2006 dibangun kolam renang di kawasan sekitar pantai tersebut. Pantai ini selalu ramai dikunjungi khususnya pada hari sabtu da hari minggu.
2. Terumbu Karang Teluk Tamiang
Salah satu keindahan alam yang menarik adalah gugusan terumbu karang didaerah Teluk Tamiyang yang berada di dalam kawasan Kecamatan Pulau Laut Barat. Keaslian terumbu karang yang belum tersentuh ini semakin menarik karena kejernihan air laut di daereh tersebut. kawasan ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat dan kemudian di lanjutkan dengan menggunakan kapal motor kecil yang kesemuanya mempunyai jarak lebih kurang sekitar 4 Km dari Ibu Kota Kabupaten Kotabaru. Potensi alam yang demikian indah ini dianngap sebagian banyak orang tak kalah bagusnya dengan terumbu karang di kawasan wisata Taman Laut Bunaken yang berada didaerah Sulawesi Utara.
3. Lomba Perahu Katir
Kegiatan Lomba Perahu Katir ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah dijadwalkan dalam agenda kegiatan pariwisata Kabupaten Kotabaru. Kejiatan tersebut merupakan jenis kegiatan bahari yang menyerupai jenis kegiatan pearahu layar dalam olahraga layar yangt tentunya sudah populer pada semua kalangan. Selain diikuti oleh peserta dari daerah sekitar Kabupaten Kotabaru sendiri, kegiatan tersebut juga diikuti oleh peserta dari luar daerah, dan uniknya lagi lomba tersebut juga terbuka untuk umum tidak hanya terbatas untuk warga sekitar saja.

B. Potensi Non Sumber Daya Alam

1. Industri
Disektor industri agraris berdiri pula perusahaan pembuat veneer beserta pembibitan albasia yaitu PT. Induk Albasia Makmur di Kecamatan Pulau Laut Barat, perkebunan kelapa sawit dan industri pembuatan CPO oleh perusahaan besar seperti Minamas Group, Smart Group dan PT. SKIP.
Dalam bidang industri perkebunan luas lahan yang sangat besar di Kabupaten Kotabaru sebesar 642 ribu Hektar, sebagai pendukung produksi perusahaan-perusahaan yang akan beroperasi telah merealisasikan usahanya yang akan mencapai 120 ribu Hektar lahan perkebunan dan pabrik.
Pada sektor industri pengolahan peluang investasi yang layak untuk dikembangkan antara lain:
Industri pengolahan padi, jagung, pisang serta pakan ternak dan ikan
Industri pembuatan minyak goreng dari CPO serta produk-produk turunannya
Industri pengolahan karet dan kakao
industri bahan bakar bio
Industri pengolahan ikan /tepung ikan, rumput laut dan kerang mutiara
Industri semen
Industri pallet biji besi dan baja
Industri pengolahan Kayu berupa bahan baku seperti veneer, moulding, polywood, bubur kayu, pulp dan kertas
2.Infrastruktur
Pada sektor infrastruktur peluang investasi yang layak untuk dikembangkan di antaranya adalah:
Pembangunan pelabuhan laut yang merupakan wilayah terbesar di Kabupaten Kotabaru, rata-rata kedalaman laut di daerah ini adalah sekitar 10 sampai dengan 20 meter.
Pembangunan pelabuhan ferry antara pulau laut dan pulau sebuku.
Pembangunan jembatan antara pulau laut dari tirik darata terdekat dari pulau kali mantan yaitu antara Tanjun Ayun dan Tarjun yang jaraknya diperkirakan sepanjang 3 Kilometer.
Pengelolaan kawasan Ekonomi Khusus atau Kawasan Industri Terpadu
Pembangunan sarna telekomunikasi dan informasi media elektronika bai yang searah maupun komunikasi dan informasi dua arah.
Peningkatan dan pengembangan bandar udara Stagen agar bisa di gunakan untuk penerbangan pesawat berbadan sedang dan besar.
3.Prasarana Daerah
Dalam rangka percepatan pertumbuhan pembangunan pada segala sektor di Kabupaten Kotabaru, pemerintah daeah terus berupaya meningkatkan pembangunan jaringan transportasi, baik darat, laut maupun udara. Perjalan darat di Kabupaten Kotabaru dapat ditempuh dengan melalui jalan darat yang meliputi panjang sekitar 1.000 (seribu) Kilometer, terdiri dari sepanjang 148 (seratus Empat puluh delapan) Kilometer jalan Negara, 134 (seratus tiga puluh empat) Kilometer jalan Propinsi, dan 792 (tujuh ratus sembilan puluh dua) Kilometer jalan Kabupaten. Sepanjang jalan tersebut terdapat 88 (delapan puluh delapan) buah jembatan beton, 20 (dupuluh) buah jembatan besi, dan 5 (lima) buah jembatan kayu.
Untuk akses keluar masuk Kabupaten Kotabaru tersedia sarana penyeberangan laut dan udara yaitu kapal ferry yang meliputi dua rute pelabuhan yaitu Tanjung Serdang-Batulicin dan Stagen-Tarjun. Selain du pelabuhan penghubung transportasi angkutan darat tersebut, juga terdapat pelabuhan laut di Tanjung Pemancingan, Mekar Putih serta pelabuhan laut khusus sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan.
Untuk pengembangan transportasi udara di wilayah Kabupaten Kotabaru telah tersedia sarana moda angkutan udara dengan rute Balikpapan-kotabaru-Banjarmasin, Kotabaru-Banjarmasin-Berau, Berau-Balikpapan-Kotabaru (around). Dengan menggunakan pesawat terbang jenis poker mesin baling-baling dengan kapasitas 48 (empat puluh delapan) orang penumpang, dan 600 Kg barang, dioperasikan oleh perusahaan penerbangan swasta yang terpercaya dan telah berpengalaman cukup lama dalam melayani moda angkutan udara antar pulau serta dalam pulau di daerah-daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pintu akses moda angkutan udara di Kabupaten Kotabaru adalah melalui Bandar Udara Stagen yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru.

4.Perdagangan
-Ekspor
Total nilai ekspor Kabupaten Kotabaru pada tahun 2006 adalah 1.094.942.321.21 US $. Nilai ekspor terbesar didominasi oleh batubara sebesar 1.029.168.370,18 US $ dengan volume ekspor sebesar 31.398.806.153,86 kg, disusul bijih besi sebesar 28.378.106,90 US $ dengan volume sebesar 3.045.828.632,50 kg.
-Perdagangan
Pada tahun 2006 Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kotabaru telah menerbitkan Surat 259 buah Surat Izin Usaha Perdagangan dengan rincian 8 Surat Ijin Pedagang Besar, 10 Surat Ijin Pedagang Menengah dan 241 Surat Ijin Pedagang Kecil.
-Koperasi
Banyaknya Koperasi menurut sektor ekonomi di Kabupaten Kotabaru tahun 2006 berjumlah 161 Koperasi, dengan jumlah anggota sebanyak 30.083 orang dan simpanan adalah sebesar Rp. 6.813.772.000,-. Jika dilihat menurut jenisnya, jumlah terbanyak adalah Koperasi Unit Desa (KUD) sebanyak 8 buah, Koperasi Pegawai Negeri Sipil sebanyak 35 buah dan Koperasi Karyawan sebanyak 21 buah.


BAB IIIPENUTUP

KESIMPULAN
Berdasarkan dari pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Kabupaten Kotabaru merupakan Kabupaten yang terluas yang ada di Kalimantan Selatan dengan luas wilayah 9.442,46 Km². Kabupaten Kotabaru terbagi menjadi 20 kecamatan dan 192 kelurahan/desa. Wilayah Kabupaten Kotabaru juga terdiri dari 45 pulau besar dan kecil, yang terbesar adalah Pulau Laut, dan diantaranya ada beberapa pulau yang dapat dikategorikan sebagai pulau besar yaitu Pulau Sebuku, Pulau Kunyit, Pulau Sewangi. Posisi Kotabaru secara geografis terletak di sisi tenggara propinsi Kalimantan Selatan dengan titik koordinat diantara 2 20'-4 56' Lintang Selatan dan, 115 29'-116 30' Bujur Timur.
Wilayah Kabupaten Kotabaru berbatasan dengan:
Utara dengan propinsi Kalimantan Timur
Timur dengan selat makasar
Selatan dengan laut Jawa
Barat dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Potensi yang ada dan dapat dikembangkan di Kabupaten Kotabaru adalah sebagai berikut:
a.Potensi Daerah:
- Pertambangan
- Pertanian Padi
- Pisang
- Perikanan
- Kelautan
- Peternakan
- Agrobisnis Kehutanan dan Perkebunan
- Industri

b.Parawisata
- Air Terjun
- Wisata Alam
- Wisata Bahari

c. Infrastruktur
- Pelabuhan Laut
- Pelabuhan Ferry
- Jembatan Antar Pulau
- Sarana Telekomonikasi dan Informasi
- Bandar Udara Stagen

SARAN
Dalam mengembangkan wilayah Kabupaten Kotabaru sebaiknya disesuaikan dengan potensi dan kondisi wilayah agar dapat dipotensikan dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan pendapatan daerah supaya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan penduduk.
Dalam mengembangkan potensi suatu wilayah hendaknya memperhatikan aspek-aspek geografi agar dalam mengembangkan wilayahnya lebih mengerti dan memahami kebijakan apa yang dapat diambil dan dijalankan supaya dapat sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan tanpa merusak lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat lebih serius lagi dalam meninjau suatu daerah mengenai kondisi fisiknya dan memperbaharui sistem yang belum lancar serta mengembangkan suatu wilayah/kawasan yang memiliki keunggulan yang dapat mendatangkan devisa daerah untuk mensejahterakan masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA
Badan Pendapatan Daerah dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. 2007. Kotabaru Dalam Angka Tahun 2006. Kotabaru: Badan Pusat Statistik Kotabaru.
Badan Pendapatan Nasional diakses di http://www.bappenas.go.id/pesisir/document/Perda%20Kab.%20Kotabaru%20No.%2003%20Tahun%202002.pdf?PHPSESSID=263a6e2717f113b412b7c23d492d61a4 pada tanggal 14 Maret 2008.
Sumarmi. 2007. Geografi Pengembangan Wilayah. Malang: Universitas Negeri Malang
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/agrobisnis tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/air_terjun tanggal 4 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/industri tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/infrastruktur tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/kelautan tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/kemasyarakatan tanggal tanggal 5 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/lambang_daerah tanggal 27 Agustus 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/pemerintahan tanggal 4 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/pertambangan tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/pertanian tanggal 2 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/peta_administrasi tanggal 7 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/potensi_daerah tanggal 4 September diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/prasarana_daerah tanggal 4 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/wisata_alam tanggal 6 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/wisata_bahari tanggal 4 September 2007 diakses pada tanggal 3 Maret 2008.
Situs Resmi Kabupaten Kotabaru di www.kotabarukab.go.id/wilayah_geografis tanggal 4 September 2007 diakses pada tanggal 3 maret 2008.

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto Saya
ehm.. gimana y?? klo g knal g syang.. gtu... gamapangkan...