Pengikut

Minggu, 15 April 2012

Assesmen Proyek

A. Pendahuluan

Asesmen merupakan sebuah proses pengumpulan informasi yang terus menerus berlangsung untuk mengukur performansi murid dan proses pembelajaran. Asesmen perkembangan dan belajar siswa memiliki nilai penting. Tidak hanya mengukur kemajuan siswa sebagai bentuk evaluasi program, asesmen juga berguna untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pengembangan staf dan perencanaan pembelajaran di masa yang akan datang

Asesmen yang tepat berguna untuk membantu siswa berkembang secara optimal, baik fisik, sosial, emosional, intelektual maupun spiritual. Asesmen yang tepat juga dapat digunakan untuk mendeteksi keterlambatan-keterlambatan perkembangan atau kebutuhan-kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki siswa. Selain itu informasi yang akurat dari sebuah asesmen bermanfaat untuk peningkatan pembelajaran sehingga proses belajar siswa membaik dan sebagai informasi bagi para orangtua tentang kemajuan dan hal-hal terkait dengan belajar siswa mereka.

Asesmen yang tepat merupakan bagian penting dari program evaluasi dan perbaikan terus menerus kualitas program pendidikan yang sudah dirancang. Dalam program pendidikan yang berkualitas, pihak-pihak terkait dengan pendidikan anak menggunakan informasi dari berbagai macam sumber untuk merencanakan dan membuat keputusan-keputusan tentang anak-anak secara individual.

Salah satu bentuk asesmen adalah penilaian proyek. Penilaian proyek merupakan penilaian untuk mendapatkan gambaran kemampuan menyeluruh/umum secara kontekstual, mengenai kemampuan siswa dalam menerapkan konsep dan pemahaman mata pelajaran tertentu. Penilain ini berfokus pada proses maupun produknya(hasil). Untuk lebih lengkapnya tentang penilaian projek dalam tulisan ini dapat dibaca pada pembahasan berikut.

B. Pembahasan

1. Teori Penilaian Projek

a. Pengertian

Projek merupakan tugas yang harus diselesaikan dalan periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Dalam pelaksanaannya projek bersumber dari data primer/ skunder, evaluasi hasil dan kerjasama dengan pihak lain sehingga projek merupakan sarana yang penting untuk menilai kemampuan umum dalam suatu bidang. Projek juga akan memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.

Dalam kurikulum, hasil belajar dapat dinilai ketika siswa sedang melakukan proses suatu projek, misalnya pada saat merencanakan dan mengororganisasikan investigasi, bekerja dalam tim, dan arahan diri. Selain itu hasil belajar ada yang lebih sesuai apabila dinilai pada produk suatu projek, misalnya pada saat mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi, menganalisis dan menginterpretasikan data dan mengkomunikasikan hasil. Dalam hal ini, penilaian projek dapat dilakukan dalam semua level pendidikan karena penialian tugas projek menekankan pada keterampilan dalam mengumpulkan, mengorganisasikan, mengevaluasi dan menyajikan informasi adalah hal umum yang sangat penting.

b. Konteks dan Tujuan Penilaian Projek

Di kelas, guru mungkin menekankan penilaian projek pada prosesnya dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan siswa dalam merencanakan, meyelidiki dan menganalisis projek. Dalam konteks ini, siswa dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam suatu topik, memformulasikan pertanyaan, dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan, wisata dan wawancara. Kegiatan mereka kemudian digunakan untuk menilai kemampuannya dalam hal bekerja independen atau kelompok.

Guru juga dapat menggunakan produk suatu projek untuk menilai kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan temuan-temuan dengan bentuk yang tepat dan dalam hal mempresentasikan hasil melalui display visual dan laporan tertulis. Apabila projek digunakan pada penilaian sumatif, fokus biasanya terletak pada produknya. Kriteria penialaian untuk laporan penelitian geografi pada akhir semester misalnya meliputi pengaplikasian ide geografi yang tepat, pengintegrasian temuan, pengintegrasian teknikpresentasi, dan penggunaan konvensi penulisan laporan.

Perbedaan penilaian projek di atas lebih mudah digambarkan pada dimensi tujuan berikut. Biasanya semakin besar resiko suatu situasi, penialian akan menekankan pada produk atau laporan. Penialain projek sumatif berada pada sisi kanan sedangkan penialian projek formatif dan diagnoistik berada pada sisi kiri. Projek yang ditetapkan oleh guru dan dinilai pada proses dan produknya berada diitengah.

Rounded Rectangle: Formatif/diagnostik penekanan pada proses
Rounded Rectangle: Sumatif Penekanan pada produk
Oval: Tujuan


Perbedaan konteks tersebut mengakibatkan berbedanya pula struktur projek. Disuatu sisi siswa juga dapat memilih sendiri topiknya, mencari sumber data, dan menentukan format laporannya. Disisi lain, topik telah ditetapkan, metode pengumpulan data dispesifikasikan dan bentuk laporan juga telah ditentukan. Umumnya semakin tinggi resiko situasi, semakin ketat spesifikasi projeknya untuk meyakinkan bahwa semua siswa melakukan projek yang sama.

c. Perencanaan Penilaian Proyek

Dalam perencanaan penilaian projek, terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan.

1) Kemampuan pengelolaan

Jika siswa diberikan kebebasan yang luas, mereka akan mendapatkan kesulitan dalam memilih topik yang tepat. Mereka mungkin memilih topik yang terlalu luas sehinga sedikit informasi yang dapat ditemukan. Mereka mungkin juga kurang tepat untuk memperkirakan waktu pengumpulan data dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Guru harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman pada pembelajaran agar projek dapat dijadikan sumber bukti.

3) Keaslian

Guru perlu mempertimbangkan seberapa besar petunjuk atau dukungan yang telah diberikan pada siswa.

d. Judging proyek

1) Metode judgement

Projek dapat dinilai secara holistik maupun anlitik pada proses maupun produknya. Secara holistik nilai tunggal mencerminkan kesan umum sedangkan secara analitik nilai diberikan pada beberapa aspek.

2) Keterbandingan judgement

Dikelas keterbandingan niali projek tidaklah penting, akan tetapi guru tetap harus yakin bahwa nilainya dapat dimengerti siswa. Pada situasi yang beresiko tinggi nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. Kekonsistensian nilai perlu diperhatikan. Bila siswa dapat memilih topik yang berbeda, maka standar penilaian pada topik tersebut harus dispesifikasikasikan.

e. Estimasi dan Pelaporan Prestasi

Penilaian projek merupakan salah satu bukti nilai untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. Bila penilaian dilakukan secara subjektif maka bukti yang tersedia dapat menunjukkan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar. Sedangkan secara objektif dapat dapat menenpatkan menempatkan kemajuan belajar siswa secara tepat.

2. Penilaian proyek yang terfokus pada proses

Fokus pada segmen ini lebih menekankan pada cara-cara penilaian proses keterampilan dari suatu proyek yang sifatnya lebih umum yaitu:

a. Perencanaan penilaian

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam merencanakan penilaian proses dari proyek ini adalah adanya kesesuaian antara pengetahuan jenis keterampilan, dan pemahaman atau tujuan pembelajaran (dalam kurikulum) dengan aktivitas-aktivitas projek. Aktivitas inilah dijadikan sebagai sumber bukti terhadap pencapaian pembelajaran. Agar aktivitas projek benar-benar dijadikan sebagai sumber bukti (valid) maka diperlukan kemampuan guru didalam pengelolaan suatu proyek. Dengan kata lain siswa jangan diberikan keleluasaan mutlak, misalnya untuk memilih topiknya sendiri (apabila topik terlalu sempit, sukar untuk mendapatkan informasi yang memadai atau sebaliknya, topik terlalu luas untuk dikerjakan dalam waktu terbatas).

b. Pembuatan spesifikasi proses suatu proyek

Guru mempunyai sejumlah strategi di dalam membantu siswa untuk memebuat perencanaan yang efektif dalam kaitannya dengan penyelesaian kerja proyek, yaitu pemilihan topik, pembuatan map/ diagram terhadap topik yang akan di investigasi, pembuatan rincian terhadap tahapan proses dan monitoring terhadap kerja proyek.

1) Pemilihan topik

Pemilihan topik dilakukan berdasarkan pertujuk yang diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memilih topik yang sesuai sehingga topik yang dipilih tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Sebagai konsekuensinya, keterampilan yang diinvestigasi dapat memberika keterampilan yang berguna.

2) Pembuatan map/diagram terhadap topik yang akan di investigasi

Penggunaan konsep map atau diagaram ini akan mempermudah siswa dalam melihat hubungan antara ide-ide atau topik-tpok yang akan diinvestigasi diagaram ini merupakan representasi visual dari hubungan konseptual yang sangat bermanfaat didalam perencanaan proyek. Adapun manfaatnya antara lain: memfokuskan siswa pada area yag dieksplorasi, menilai proses perencanaan siswa dengan cara mislanya melihat jumlah konsep yang terdapat pada map atau melihat kata-kata penghunbung, jenjang dari konsep atau style dari diagram tersebut.

3) Pembuatan rincian terhadap tahapan proses

Proses penelitian skala kecil ini diformulasikan oleh guru dengan cara memberikan lembaran strategi projek kepada individu siswa dengan tujuan agar siswa dapat membuat kerangka proposal projek beserta strategi kerjanya. Dengan lembaran ini, siswa dapat memfokuskan pada tahapan-tahapan proses penelitian sebelum mereka memulai penelitian sedangkan bagi guru, mereka dapat menilai siswa terhadap perencanaan projek yang dibuat siswanya.

4) Monitoring terhadap kerja projek

Terdapat beberapa metode yang digunakan oleh guru untuk membantu siswanya di dalam memonitoring kemajuan kerja projeknya. Di antara metode tersebut, antara lain: memberikan sederatan jadwal tanggal terhadap masing-masing tahapan projek, memberikan sederetan jadwal tanggal terhadap masing-masing tahapan projek, memberikan lembar kemajuan kerja yang apabila diselesaikan oleh siswa dapat merupakan bukti telah menyelesaikan tahapan proses, atau ada juga bentuk checklist. Semua metode tersebut bermanfaat bagi guru untuk menilai keterampilan umum siswa.

c. Judging dan pencatatan

Mutu dan manfaat informasi yang diperoleh dari pegamatan kerja siswa dapat diperbaiki oleh guru dengan cara memfokuskan pengamatan pada hasil pembelajaran yang penting dan dengan cara mencatat pengamatan secara sistematik menggunakan cheklis holistik atau perjenjangan anlitik. Informasi tersebut diperoleh guru melalui penilain yang dilakukan oleh siswa sendiri (self asessmen), penilaian antar-kelompok siswa (peer-asessment), atau melalui penilaian yang dilakukan oleh guru (teacher-assessment).

1) Penilaian yang dilakukan oleh siswa sendiri

Keikutsertaan siswa di dalam penilain kerja projek bertujuan untuk membangkitkan semangat mereka di dalam merefleksikan keterampilan umum yang mereka lakukan pada waktu kerja projek. Pada penilaian ni guru dapat memberikan beberapa macam format diantaranya dapat berupa skala perjenjangan analitik (analytic rating scale).

2) Penilaian antar-kelompok siswa

Penilaian ini dilakukan oleh kelompok kerja yang terdiri dari beberapa siswa yang bekerja bersama-sama sebagai suatu tim. Kelompok ini melakukan evaluasi terhadap kemajuan kelompoknya sekaligus hal ini digunakan sebagai bukti kemampuan bekerja siswa didalam kelompoknya.

3) Penilaian yang dilakukan oleh guru

Terdapat sejumlah teknik yang dilakukan oleh guru untuk memfokuskan pengamatannya pada proses kerja siswa, yaitu: lembar log (log sheets), cheeklist pengamatan (observation cheklist), petunjuk penilaian holistik dan analitik untuk menilai performa projek, mereview jurnal siswa, dan catatan anekdot.

d. Estimasi dan pelaporan prestasi

Informasi mengenai keterampilan umum siswa dapat diperoleh melalui hasil pengamatan proses projek. Informasi ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi tingkat prestasi siswa maupun untuk memonitoring kemajuannya. Dalam kaitanya untuk memonitoring, ada beberapa yang perlu diperhatikanoleh guru yaitu: membuat perkiraan yang seimbang, mengombinasikan bukti projek dengan bukti yang lainya dan memonitoring perkembangan keterampilan dalam kerja projek.

1) Membuat perkiraan yang seimbang

Proses ini dapat dilakukan secara langsung apabila pengamatan dan perkiraan kerja projek mengukur keluaran (outcome) dan tahapan yang terdapat pada daftar kemajuan siswa. Proses estimasi ini dapat dilakukan berdasarkan tingkat prestasi siswa secara keseluruhan.

2) Mengkombinasikan bukti projek dan bukti yang lainnya

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai tingkat prestasi siswa dalam bidang tertentu. Penggabungan bukti-bukti dari beberapa kerja projek sangat dimungkinkan oleh banyaknya keterampilan projek yang terdapat di dalam bidang pembelajaran.

3) Memonitor perkembangan keterampilan pada lintas bidang pembelajaran

Apabila pendekatan keterampilan proses diterapkan, maka keterampilan tertentu, seperti misalnya mengumpulkan, menganalisa, dan mengorganisasikan informasi dapat digunakan sebagai sumber bukti mengenai kemampuan siswa dalam hal tersebut (ditambah sumber bukti dari projek lainnya.

3. Fokus pada produk akhir

Kerja projek digunakan oleh guru untuk menilai rentang outcome yang lebar. Beberapa diantaranya digunakan untuk menilai siswa pada waktu sedang melakukan kerja, sedangkan kerja projek lainnya paling baik digunakan untuk menilai produk akhirnya. Pada sesi ini fokus pembicaraan adalah pada kerja projek yang meliputi mengumpulkan informasi yang khusus mengenai subjek, menginterpretasikan data, dan meresentasikan hasil. Adapun tahapan-tahapan yang harus diperhatikan guru meliputi:perencanaan penilaian (planning assessmen), spesifikasi dari produk akhir dari proyek (spesifikasi projek end product), judging dan pencatatan (judging and recording), dan mengestimasi serta melaporan prestasi (estimating and reporting achievement)

a. Perencanaan penilaian

Projek yang digunakan untuk memonitor keamjuan siswa dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan pemahamannya mengenai materi pembelajaran harus sesuai dengan target kurikulum. Adapun bukti pencapaian di antaranya adalah dapat dilihat melalui kemampuan pengelolaan projek yang mencakup spesifikasi: struktur projek, presentasi laporan projek, dan laporan siswa mengenai materi khusus dari subjeknya. Apabila struktur projek terlalu luas dimana siswa mempunyai kebebasan yang luas untuk menentukan strukturnya sendiri, mereka akan mengalami kesulitan dalam mendefinisikan topik yang sesuai, mendapatkan informasi (apabila topik projeknya terlalu sempit) atau di dalam menyelesaikan projek dengan waktu yang terbatas (yaitu apabila topik projek terlalu luas). Apabila siswa diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri jenis tugas projek yang sangat tergantung pada siswa lain, maka akan sulit sekali untuk menentukan bagian mana dari laporan yang dibuat oleh siswa tersebut.

b. Pembuatan spesifikasi proses suatu proyek

Ada beberapa strategi yang digunakan oleh guru untuk memebantu siswa didalam menentukan parameter projek. Strategi tersebut di antaranya meliputi pemilihan topik, rincian dari proses projek dan monitoring kerja projek. Disamping itu, juga terdapat prosedur sistematik yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai projek suatu sumber bukti mengenai produk akhir. Adapun prosedur tersebut meliputi: pembatasan pengumpulan data (constraining data collection), pemberian petunjuk mengenai presentasi projek (guiding project presentation), pengomonikasian kriteria penilaian kepada siswa (communicating assessment criteria to students), dan permintaan persetujuan mengenai asistensi (requisting acnowledgement of assistance)

1) Pembatasan pengumpulan data

Dalam hal ini, cakupan dan metode pengumpulan data untuk projek siswa dibatasi oleh guru. Hal ini memungkinkan siswa untuk memfokuskan perhatiannya pada kerja projek dan membantu guru di dalam menilai keterampilan tertentu sesuai dengan target kurikulum.

2) Pemberian petunjuk mengenai presentasi projek.

Petunjuk ini sangat bermanfaat bagi siswa di dalam menyiapkan presentasi projek. Didalam petunjuk ini biasanya sudah terdapat komponen-komponen laporan untuk presentasi beserta display gambar atau diagram. Dalam hal tertentu, yaitu apabila diperlukan laporan yang cukup panjang siswa diminta untuk menyerahkan outlinenya terlebih dahulu yang meliputi: rencana laporan dan draft laporan (sebelum dilakukan penilaian terhadap laporan tersebut)

3) Pengomunikasian kriteria penilaian kepada siswa

Komunikasi ini memungkinkan siswa untuk memfokuskan perhatiannya pada projek sehingga dapat meningkatkan nilai projek sebagai suatu sumber bukti mengenai kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang relevan, menganalisa dan menginterpretasikan data, dan mempresentasikan hasil secara efektif. Kadang-kadang kriteria penilaian disertai dengan presentasi masing-masing target komponen projek. Misalnya, suatu projek dibidang teknik dinilai berdasarkan 9 kriteria diaman 80% dari target dialokasikan untuk komponen produk akhir dengan rincian: 50% untuk materi laporan dan 30% untuk presentasi laporan.

4) Permintaan persetujuan mengenai asistensi

Projek seringkali melibatkan keluarga, guru, dan anggota masyarakat lainnya sehingga untuk mendapatkan penilaian yang valid mengenai prestasi siswa dalam bidag tertentu diperlukan bukti yang menyatakan bahwa laporan projek merupakan hasil kerja dari siswa yang bersangkutan. Jadi, dalam hal ini guru harus mempertimbangkan seberaa banyak dukungan yang harus diterima oleh siswa yang bersangkutan didalam menyelesaikan projek. Apakah laporan projek tersebut merupakan hasil dari kerja kelompok?apakah terdapat dukungan luar yang signifikan?

c. Judging dan pencatatan

Mutu informasi yang diperoleh dari laporan projek dapat ditingkatkan dengan cara memfokuskan prediksi giri terhadap kriteria yang memuat target kurikulum penting dan dengan cara mencatat prediksi tersebut secara sistematik. Kriteria penilaian yang jelas merupakan dasar dari petunjuk penilaian projek yang jelas. Ada tiga cara yang umum didalam memprediksi dan mencatat mutu dari laporan projek, yaitu: perjenjangan holistik (holistik rating), perjenjangan terhadap sejumlah aspek dari projek (analytic rating), dan pencatatan features projek (analytic checklisting)

1) Perjenjangan holistik

Penialaian ini berdasarkan pada sekumpulan kategori berjenjang yang memungkinkan penilaian mutu laporan projek secara keseluruhan. Dalam hal ini guru biasanya memberikan format penilaian sellf assessmen kepada siswa

2) Perjenjangan terhadap sejumlah aspek dari projek

Dalam hal ini guru membuat prediksi terhadap kriteria tertentu yang dibuat baik secara rinci maupun tidak. Kriteria ini dapat disertai dengan beberapa pertanyaan dan bukti-bukti presatasi siswa yang diharapkan dengan tujuan dapat meningkatkan reliabelitas prediksi guru terhadap kerja siswa.

3) Pancatatan feature projek

Dalam hal ini ada tidaknya feature projek dicatat oleh guru. Skala perjenjangan ini digunakan untuk menilai presentasi poster dari suatu projek lintas kurikulum (peer assisment)

d. Hal-hal yang berkaitan dengan komparabilitas

Sangat penting sekali untuk diketahui bahwa projek siswa dapat dibandingkan antar siswa, peniali dan sekolah kesekolah. Pada projek dengan setting yang tinggi, penialian kerja projek dapat mempengaruhi pendaftaran pada mata pelajaran tertentu, penerimaan beasiswa, pemberian sertifikat. Dalam hal ini komparabilitas antar siswa dan penilai sangat diharapkan. Untuk keperluan komparabilitas beberapa hal perlu mendapat pertimbangan yaitu:

1) Perencanaan penilaian projek yang meliputi spesifikasi parameter projek (topik, jadwal, dan lain-lain)

2) Prediksi projek yang meliputi petimbangan mengenai spesifikasi kriteria, reliabilitas antar rater dan autentik.

3) Meringkas dan melaporkan prestasi yang meliputi pertimbangan dalam hal obyektivitas.

4. Aplikasi penilaian proyek

a. Penilaian Proyek:

Ada yang menekankan pada proses, misal:

- Merencanakan dan mengorganisasikan investigasi

- Bekerja dalam tim

Ada yang menekankan pada produk, misal:

- Mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang relevan

- Menganalisis dan menginterpretasi data

- Mengkomunikasikan hasil

Tugas: suatu investigasi dgn tahapan:

Ø Perencanaan

Ø Pengumpulan data

Ø Pengolahan data,

Ø Penyajian data

Bermanfaat menilai:

Keterampilan menyelidiki secara umum

Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu

Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan

Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas

b. Contoh-Contoh Penilaian Proyek

1) Fokus Pada Proses

a) Merencanakan Penilaian

- Melihat kesesuiannya dg kompetensi yang dituntut kurikulum, misalnya:

1. Kerja ilmiah

2. Berpikir dan bekerja sistematik

3. Menggunakan alat sains

4. Kerja matematik

5. Mengumpulkan data

- Dapat dikelola

1. Topik tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

2. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit

b) Merancang Spesifikasi Proyek Yg Berfokus Pada Proses:

- memilih topik (dapat dipilih oleh siswa dari topik-topik yg disediakan guru)

- memetakan area yang akan dicakup (dapat ditempuh dengan curah pendapat, jaring area yg akan dicakup)

- Merancang rincian langkah; contoh:

(1) Pertanyaan penelitian saya:

…………………………………………………………………………………..

(2) Hipotesis saya:

…………………………………………………………………………………..

(3) Referensi yang akan saya gunakan

………………………………………………………………………………….

(4) Bahan yang diperlukan:

……………………….. …………………… ………………………………

Prosedur yang akan ditempuh

(1) ……………………………………………………………………………..

(2) ................................................................................................................... dst

- MEMANTAU PELAKSANAAN, contoh:

TUGAS YG HARUS DIKERJAKAN

DISELESAIKAN TGL

KETERANGAN

1. Memilih isu dan merumuskan

pertanyaan

2. Menentukan metode

pengumpulan data

3. Mengumpulkan data

4. Analisis data

5. Membuat draf pembahasan

6. Menyelesaikan draf final

7. Penyerahan hasil

c) Pencatatan

CONTOH CATATAN OLEH SISWA SENDIRI

INDIKATOR

(Beri tanda (v))

SUKAR

MDH

SGT MDH

Menggunakan keterampilan merencanakan

  1. Memahaman topik
  2. Membuat pert penelitian
  3. Mencari Informasi data
  4. Menyeleksi pertanyaan
  5. Membuat rencana tindakan

Menggunakan Informasi data

  1. Mengidentifikasi sumber data

- di sekolah

- di luar sekolah

Menggunakan keterampilan proses

  1. Mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi
  2. Menemukan informasi yang belum diketahui sblmnya
  3. Menjawab pertanyaan
  4. Mengedit pekerjaan sendiri

Menggunakan keterampilan berbagi informasi

1. Menyajikan laporan

Menggunakan keterampilan evaluasi

  1. Melaksanakan rencana tindakan
  2. Belajar menggunakan keterampilan dalam kegiatan ini

CONTOH CATATAN SISWA DALAM KELOMPOK:

Nama-nama anggota kelompok:

…………………………………………………………..

…………………………………………………………..

1. Bagaimana kerja sama antar-anggota kelompok (sgt baik, baik, jelek)

2. Bagaimana tingkat hasil kerja proyek kelompok anda (sgt baik, baik, jelek)

3. Menurut anda, bagaian mana dari kerja proyek kelompok anda yg terbaik

4. Menurut anda, bagaimana hasil kerja proyek di kelompok anda dapat ditingkatkan

5. Jika ditempatkan dalam skala 1-10 (10 tertinggi), menurut anda kelompok anda di posisi mana?

CONTOH CATATAN OLEH GURU

ASPEK YG DINILAI

BERAPA KALI DIAMATI

CATATAN

1. Terlibat aktif mendiskusikan masalah

2. Menerapkan konsep dlm

menyelesaikan masalah

3. Menunjukkan Sikap positif

4. Menunjukkan kemampuan

menyelesaikan masalah

5. Kemampuan menggunakan

pendekatan inter-kompetensi matpel

6. Kemampuan menggunakan

pendekatan multi-kompetensi antar-

matpel

7. Hal lain yg diobservasi

Contoh: Aspek yg dinilai guru

n Menepati waktu dlm melakukan langkah

n Kualitas keterlibatan dlm kegiatan tahapan penelitian dan kelengkapan menuliskan laporan pelaksanaan

n Bukti konsultasi dgn guru selama melakukan kegiatan

n Evaluasi kemajuan untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan setiap langkah

n Penjelasan mengapa siswa memilih topik dan pertenyaan penelitian tersebut

n Evaluasi keseluruhan proses untuk menjawab pertanyaan penelitian dan kelengkapan prosedur/langka-langkah

d) Pelaporan

Guru harus mempertimbangkan:

n Kombinasi bukti pengamatan thd pelaksanaan kegiatan proyek dan bukti lain

n Pemantauan perkembangan kompetensi antar mata pelajaran

ü Contoh Pelaporan

Catatan kegiatan proyek (maksimal: 5 poin)

· 5 poin: level 3, jika Siswa sangat baik mendokumentasikan proses, menunjukkan komentar yg kritis dan evaluatif tentang peristiwa, dan tepat membuat keputisan

· 3 poin: level 2, jika Siswa memiliki eviden yg terbatas dalam strategi pengelolaan dan refleksi kegiatan proyek

· 1 poin: level 1, jika Siswa tidak memiliki catatan kemajuan secara komplit.

ü Contoh Lain

Nama Siswa: ……………….. Kelas/Smster:…………… Tgl: ………………….

Tugas

Kriteria 1

Kriteria 2

Kriteria 3

Kriteria 4

Tk Pncapaian

Komentar

Tes Tertulis

2

3

2

2

Level 2

Tes Praktik

3

2

3

3

Level 3

Tugas-tugas

2

3

3

3

Level 3

Investigasi

3

3

3

2

Level 3

Tes Lisan

2

3

3

2

Level 3

Tk Pencapaian Keseluruhan

Level 3

2) FOKUS PADA PRODUK

a) Merencanakan Penilaian

- Melihat kesesuiannya dg kompetensi yang dituntut kurikulum, misal:

1. Pengumpulan informasi khusus

2. Interpretasi data

3. Memaparkan hasil/laporan

- Dapat dikelola

1. Topik tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

2. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit

b) Merancang Spesifikasi Proyek Yg Berfokus Pada Produk:

§ Ditentukan lingkup dan cara pengumpulan data

§ Ditentukan cara presentasi/pelaporannya

§ Ditentukan dan dikomunikasikan kriteria penilaiannya (misal: 20% untuk proses, 80% untuk produk yg terbagi 50% untuk isi laporan, 30 % penyajian laporan) .

CONTOH LEMBAR SPESIFIKASI PENGUMPULAN DATA:

Nama……………………..

KERANGKA PROPOSAL

n Lingkup minat: …………………………………………………………………..

n Kemungkinan judul: ……………………………………………………………

n Tujuan studi: …………………………………………………………………….

STRATEGI KERJA

n Hipotesis kerja/tujuan/model……………………………………………….

………………………………………………………………………………………..

n Pengumpulan dan sumber data……………………………………………..

SUMBER DAN BATASAN

n Lokasi studi: ………………………………………………………………………

n Alat dan bahan: ………………………………………………………………….

n Biaya:……………………………………………………………………………….

n Waktu: …………………………………………………………………………….

n Keterampilan yg diperlukan: …………………………………………………

n Antisipasi problem: ……………………………………………………………..

BATAS STUDI PRESENTASI

n Penelitian berakhir pada…………… A4 dlm file terjilid

n Draf pertama selesai pada………… Ringkasan 50 kata, daftar isi

n Penyerahan terakhir pada………… 1500-2000 kata, tidak termaSUK diagram

dan peta

KOMENTAR UMUM ………………………………

c) STRATEGI PENILAIAN

Kerangka proposal (guru: teruskan/Review)

(siswa: tersukan/Review)

Strategi kerja (guru: teruskan/Review)

(siswa: teruskan/review)

Bahan/alat (guru: teruskan/review)

(siswa: teruskan/review)

Inisiatif: dr siswa 1 2 3 4 dr guru

Strategi dr siswa 1 2

CONTOH SPESIFIKASI PETUNJUK PENYAJIAN

  1. PENDAHULUAN: Memuat dasar pemikiran dan strategi menjawab masalah
  2. PENGUMPULAN EVIDEN: Apa data utama dan antisipasi kesulitan
  3. BAGIAN INTI: Temuan utama, minimal 3 subbagian
  4. KESIMPULAN: Menjawab apa, mengapa, dan bagaimana
  5. DAFTAR SUMBER BACAAN
  6. LAMPIRAN

d) PENCATATAN ADA TIGA CARA:

1. Holystic rating

2. Analytic rating

3. Analytic cheklist

Ø CONTOH HOLYSTIC RATING:

Penilaian proyek oleh siswa

5 : sangat bagus, komentar ….

4 : bagus, komentar ….

3 : sedang, komentar …

2 : kurang, komentar …

1 : sangat kurang, komentar …

0 : tdk memenuhi, komentar …

Ø CONTOH ANALYTIC RATING

Nama:……………………. Kerja Praktik

1. Penggunaan bhs dan simbol statistik dengan benar (3 poin) _____

Komentar: ___________________

2. Membuat tabel dan grafik dg benar (3 poin) ___

Komentar: ___________________

3. Benar dlm penghitungan statistik (3 poin) __

Komentar: ___________________

4. Benar dlm memilih bentuk tabel, grafik, dan penyimpulan statistik (3 poin) ___

Komentar: ___________________

5. Deskripsi dan interpretasi data masuk akal (3 poin) __

Komentar: ___________________

6. Penyimpulan memadai (3 poin) __

____________________________

TOTAL SKOR (18 POIN) ___

Ø CONTOH ANALITIC CHECKLIST

n ABSTRAK/RINGKASAN

1. Ada pernyataan singkat menginformasikan ke pembaca (ya/mgk/tdk)

2. Pernyataan mengindikasikan bidang tertentu (ya/mgk/tdk)

3. Menyebutkan metodologi yg digunakan (ya/mgk/tdk)

4. Pernyataan menggambarkan titik tolak pembicaraan dan penyimpulan

5. Apakah sesuai dengan bahan yg digunakan (ya/mgk/tdk)

n PENDAHULUAN

1. Pokok persoalan diperkenalkan (ya/mgk/tdk)

2. Problem/data/investigasi sesuai konteks (ya/mgk/tdk)

3. Ada eviden ttg perencanaan? Jika ya, apakah perencanaan itu diikuti (ya/mgk/tdk)

4. Siswa mengetahui hakikat penelitian (ya/mgk/tdk)

n ISI

1. Isi logis, argumennya masuk akal (ya/mgk/tdk)

2. Apakah penghitungan/analisis benar (ya/mgk/tdk)

3. Analisis yang digunakan memenuhi standar (ya/mgk/tdk)

4. Penentuan keputusan / hasil / pembandingan / mempertentangkan / kritik / generalisasi benar (ya/mgk/tdk)

5. Tetap/tidak melenceng dari gagasan awal (ya/mgk/tdk)

6. Proyek sesuai dengan rancangan semula (ya/mgk/tdk)

7. Siswa memahami dan bertindak sesuai dgn advis supervisor (ya/mgk/tdk)

8. Apakah kerangka penelitian original (ya/mgk/tdk)

9. Apakah siswa mempelajari hal yg baru (matematik, aplikasi program, teknik (ya/mgk/tdk)

10. Apakah ini karya asli siswa (ya/mgk/tdk)

CONTOH: PELAPORAN

Tahap 1 Guru menggunakan 7 kriteria dalam 6 skala

1. Presentasi tugas ( 1 2 3 4 5 6 7)

2. Penggunaan referensi ( 1 2 3 4 5 6 7 )

3. Uraian ( 1 2 3 4 5 6 7 )

4. Kedalaman penelitian ( 1 2 3 4 5 6 7 )

5. Pemahaman pada persoalan (1 2 3 4 5 6 7 )

6. Analisis, interpretasi akurat ( 1 2 3 4 5 6 7 )

7. Pemilihan visualisasi memadai ( 1 2 3 4 5 6 7 )

TAHAP KE 2: GURU MENENTUKAN LEVEL PENCAPAIAN A – E

A: Siswa menghasilkan penelitian luar biasa

B : Siswa menghasilkan penelitian sgt bagus

C : Siswa menghasilkan penelitian bagus

D : Siswa menghasilkan penelitian kurang

E : Siswa menghasilkan penelitian sgt kurang

c. CONTOH PENILAIAN PROYEK

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial

Jenjang : SD

Kelas / Semester : VI

Contoh Kompetensi Dasar :

Menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme, gaya hidup)

Indikator :

- Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (misalnya: dalam hal periklanan, pariwisata, migrasi, telekomunikasi)

- Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (misalnya: dalam hal makanan, perilaku, gaya hidup, pakaian, nilai-nilai, komunikasi, perjalanan, dan tradisi)

- Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi

TUGAS

Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian, pilihan makanan dan minuman, perilaku).

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK

ASPEK

KRITERIA DAN SKOR

3

2

1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN

DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN

DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

DAFTAR RUJUKAN

Departemen Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum. 2004. Jakarta

http://file.upi.edu/Direktori/D%20-%20FPMIPA/JUR.%20PEND.%20FISIKA/197701102008011%20-%20RIDWAN%20EFENDI/Penilaian%20Proyek%20%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2008/08/22/asesmen-perkembangan-dan-belajar-siswa-mengapa-penting/

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : ...............................................................................

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester : XI (sebelas)/1 (satu)

Standar Kompetensi : 1. Menganalisis fenomena biosfer dan antroposfer

Kompetensi Dasar : 1.3. Menjelaskan pengertian fenomena antroposfer

1.4. Menganalisis aspek kependudukan

Indikator :

- Menjelaskan pengertian antroposfer

- Menganalisis komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

- Menggambarkan piramida penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

- Menghitung menghitung sex ratio dan dependency ratio

- Mengidentifikasi tinggi rendahnya kualitas penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dan kesehatan

- Menghitung tingkat kelahiran penduduk

- Menghitung tingkat kematian penduduk

- Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah

- Menghitung proyeksi penduduk suatu wilayah

- Menyajikan informasi kependudukan melalui peta, tabel, dan grafik/diagram

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu

- Menjelaskan pengertian antroposfer

- Menganalisis komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

- Menggambarkan piramida penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

- Menghitung menghitung sex ratio dan dependency ratio

- Mengidentifikasi tinggi rendahnya kualitas penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dan kesehatan

- Menghitung tingkat kelahiran penduduk

- Menghitung tingkat kematian penduduk

- Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah

- Menghitung proyeksi penduduk suatu wilayah

- Menyajikan informasi kependudukan melalui peta, tabel, dan grafik/diagram

B. Materi Pembelajaran

1. Pengertian antroposfer

2. Komposisi penduduk

Komposisi peenduduk atas dasar demografi dibagi menjadi tiga yaitu:

a. Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.

1. Angka beban ketergantungan

2. Perbandingan jenis kelamin

b. Komposisi penduduk atas dasar geografis

1. Kepadatan penduduk aritmetika

2. Kepadatan penduduk agraris

c. Komposisi penduduk berdasarkan ciri-ciri sosial

3. Pertumbuhan penduduk

4. Proyeksi penduduk

5. Kelahiran

6. Kematian

C. Metode Pembelajaran

Ceramah, STAD, diskusi, dan penugasan

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

a. Pendahuluan (20 menit)

- Memberikan motivasi kepada siswa

- Memberikan apersepsi berupa pertanyaan-pertanyaan dasar dari materi yang akan dipelajari

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

- Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

b. Inti (60 menit)

- Guru memberikan pengantar mengenai materi yang akan dipelajari

- Guru membagi siswa menjadi 4-5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa

- Guru menyiapkan dan membagikan tugas kelompok untuk menyelesaikan permasalahan dan menghitung Sex Ratio, dependency Ratio, kepadatan penduduk aritmetika dan kepadatan penduduk Agraris. Masing-masing kelompok diberikan soal yang sama. Tujuannya agar siswa mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dijelaskan

- Guru meminta siswa berdiskusi untuk menjawab soal yang telah diberikan pada masing-masing kelompok

- Guru meminta salah satu kelompok untuk maju mempresentasikan hasil

- Guru membahas soal yang telah diselesaikan.

c. Penutup (10 menit)

- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil diskusi kelas.

- Guru Memberikan tugas kelompok berupa: mengumpulkan data kependudukan dari RT kemudian mengelompokkan data kependudukan (2 RT), berdasarkan kelompok umur dan Jenis kelamin, menghitung komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, menggambarkan piramida penduduk berdasarkan data perhitungan jumlah penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, menghitung menghitung sex ratio dan dependency ratio, mengidentifikasi tinggi rendahnya kualitas penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dan kesehatan, menghitung tingkat kelahiran penduduk, menghitung tingkat kematian penduduk, menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah, menghitung proyeksi penduduk suatu wilayah, menyajikan informasi kependudukan melalui peta, tabel, dan grafik/diagram setelah selesai menghitung kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan fenomena yang terjadi pada setiap RT yang diambil (lampiran 2).

- Guru memberitahukan bahwa tugas kelompok tersebut akan dipresentasika oleh masing-masing kelompok di depan kelas.

- Guru menjelaskan penilaian

- Guru menutup pelajaran

Pertemuan ke-2

d. Pendahuluan (20 menit)

- Guru menanyakan kesiapan siswa dalam pembelajaran

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

- Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

e. Inti (60 menit)

- Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok bersama teman kelompoknya masing-masing

- Guru melakukan pengundian untuk memilih presentasi penampilan siswa yang pertama maju ke depan kelas.

- Tiap kelompok diberikan kesempatan waktu 15 menit untuk menapilkan hasil kerja kelompoknya.

- Guru melakukan penialaian penampilan kelompok

- Peserta lain dapat memberikan tanggapan

f. Penutup (10 menit)

- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas kelompok tersebut.

- Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

- Guru menutup pelajaran dan memberitahukan akan ada test untuk minggu depan tentang materi bab ini.

E. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar

§ Buku sumber Geografi SMA – ESIS

§ Buku-buku penunjang yang relevan

§ Internet

F. Penilaian

Teknik Penilaian

§ Penilain proses pembelajaran (terlampir).

§ Penilaian hasil (terlampir)

Malang, .... , Mei 2011

Menyetujui,

Guru Mata Pelajaran Geografi Guru Praktikan

.................................. SRI AGUSTINA

NIP................... NIM.106351400622

Lampiran: 1

Rubrik Penilaian

Hari/Tanggal : ……………………………………………………..

Topik diskusi : ……………………………………………………..

Format Lembar Penilaian Pengamatan dalam Diskusi Kelompok

TABEL PENILAIAN PROSES 1

Indikator Perilaku Terobservasi

Deskriptor

Skor

Kelompok

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

1.Kinerja

§ Antusias, mampu membantu rekan, dan tidak pernah komunikasi hal lain.

6

§ Antusias, mampu membantu teman yang lain pernah komunikasi hal lain selain materi yang didiskusikan

5

§ Antusias, tidak membantu teman dan pernah komunikasi hal lain selain materi yang didiskusikan

4

§ Tidak antusias namun mampu mambantu teman yang lain, dan tidak pernah membicarakan hal lain.

3

§ Tidak antusias, membicarakan hal yang lain namun mampu mambantu teman dalam diskusi .

2

§ Tidak antusias, tidak mampu membantu teman dalam berdiskusi namun tidak membicarakan hal lain dalam diskusi

1

2.Kerjasama

§ Mampu mengorganisir rekan dan bekerjasama dengan baik

4

§ Mampu mengorganisir rekan namun tidak mampu bekerjasama

3

§ Mampu bekerjasama namun tidak mampu mengorganisir rekan

2

3.Bertanya

§ Mau bertanya pada guru atau anggota kelompok apabila ada petunjuk yang kurang jelas dan dengan pertanyaan yang sesuai dengan materi dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

4

§ Mau bertanya pada guru atau anggota kelompok sesuai dengan materi namun tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar.

3

§ Mau bertanya pada anggota kelompok atau guru dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar namun tidak sesuai dengan materi yang dibahas

2

§ Mau bertanya namun tidak sesuai dengan materi dan tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar

1

Format Lembar Penilaian Penilaian Hasil

TABEL PENILAIAN HASIL

No

Deskriptor

Skor

Kelompok

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

1

§ Penggunaan bahasa dan simbol statistik dengan benar

3

§ Penggunaan bahasa salah namun simbol statistik benar atau penggunaan bahasa benar namun simbol statistik dengan benar

2

§ Penggunaan bahasa dan simbol statistik dengan salah

1

2

§ Langkah-langkah perhitungan dan hasilnya benar

3

§ Langkah-langkah perhitungan benar namun hasilnya salah

2

§ Langkah-langkah perhitungan salah namun hasilnya benar atau langkah-langkah dan hasil perhitungan salah.

1

3

§ Membuat piramida penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin dengan benar sesuai dengan perhitungan data

3

§ Membuat piramida penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin namun salah

2

4

§ Membuat tabel dan grafik dg benar dan lengkap (sesuai dengan hasil perhitungan, nilainya, dan judul tabel tercantum)

3

§ Membuat tabel dan grafik dg benar namun tidak lengkap (sesuai dengan hasil perhitungan, namun nilai, dan judul tabel tidak tercantum) ataupun sebaliknya

2

§ Membuat tabel dan grafik salah dan tidak lengkap (tidak sesuai dengan hasil perhitungan, begitu juga dengan nilai, dan judul tabel tidak tercantum).

1

5

§ Penyimpulan hasil perhitungan dengan benar

3

§ Penyimpulan hasil perhitungan dengan benar

2

6

§ Deskripsi dan interpretasi data masuk akal.

3

§ Deskripsi dan interpretasi data tidak masuk akal

2

7

§ Penyimpulan hasil keseluruhan perhitungan memadai disertai analisis alasan-alasan timbulnya persamaan ataupun perbedaan perhitungan penduduk di dua keluarahan

3

§ Penyimpulan hasil keseluruhan perhitungan tidak memadai tidak disertai analisis alasan-alasan timbulnya persamaan ataupun perbedaan penduduk di dua keluarahan

2

Kegiatan penilaian: Menggunakan PAP

X nmak

Keterangan:

n = Nilai

∑B = Jumlah skor yang dapat dicapai kelompok

SMi = Skor maksimal

nmaks = nilai maksimum yang digunakan

Kriteria nilai:

0 – 35 : Kurang sekali

36 – 50 : Kurang

51 – 65 : Sedang

66 – 75 : Cukup baik

76 – 90 : Baik

91 – 100: Baik sekali

Format Lembar Penilaian Hasil Oleh Siswa

TABEL PENILAIAN HASIL OLEH SISWA

No.

Kriteria

Komentar

5

Sangat Bagus

4

Bagus

3

Sedang

2

Kurang

1

Sangat Kurang

0

Tidak Memenuhi

TABEL KRITERIA PENILAIAN HASIL OLEH SISWA

No.

Kriteria

Hasil

5

Sangat Bagus

91-100

4

Bagus

76-90

3

Sedang

66-75

2

Kurang

51-65

1

Sangat Kurang

36-50

0

Tidak Memenuhi

0-35

TABEL KESESUAIAN KRITERIA PENILAIAN HASIL OLEH SISWA

No.

Kelompok

Penilaian oleh siswa

Skor/nilai keseluruhan yang dicapai

Kriteria kesesuaian skor dengan penilaian siswa

Kesesuaian skor dengan penilaian siswa

1

Sesuai

80

2

Kurang sesuai

70

3

Tidak sesuai

60

TABEL NILAI AKHIR PROYEK

No.

Kelompok

Penilaian

Nilai Akhir

50%Proses

40% hasil

10% hasil oleh siswa

LAMPIRAN 2

Assesment Proyek

Sekolah

:

SMA Negeri 7 Malang

Mata Pelajaran

:

Geografi

Kelas/Semester

:

XI (sebelas)/1 (satu)

Standar Kompetensi

:

3. Menganalisis unsur-unsur geosfer

Kompetensi Dasar

:

- Menjelaskan pengertian fenomena antroposfer

- Menganalisis aspek kependudukan

Indikator

:

- Mendeskripsikan tentang bentuk muka bumi akibat proses vulkanisme.

- Mengidentifikasikan tipe-tipe letusan dan bahan yang dikeluarkan gunung api.

Alokasi Waktu

:

1 minggu

A. Petunjuk

1. Carilah data kependudukan di (2 RT) tempat kalian menetap .

2. Urutan kegiatan yang harus dilakukan adalah:

a. Mengelompokkan data kependudukan berdasarkan kelompok umur dan Jenis kelamin.

b. Menghitung komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin,

c. Menggambarkan piramida penduduk berdasarkan data perhitungan jumlah penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

d. Menghitung menghitung sex ratio dan dependency ratio, mengidentifikasi tinggi rendahnya kualitas penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dan kesehatan,

e. Menghitung tingkat kelahiran penduduk, menghitung tingkat kematian penduduk, menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah.

f. Menghitung proyeksi penduduk suatu wilayah, menyajikan informasi kependudukan melalui peta, tabel, dan grafik/diagram setelah selesai menghitung

g. Kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan fenomena yang terjadi pada setiap RT yang diambil.

h. Presentasi hasil investigasi, meliputi:

- Membuat laporan tertulis hasil investigasi.

- Mempresentasikan di depan kelas.

1 komentar:

Berbagai Info mengatakan...

Makasih ini sangat bermanfaat, terutama bagi sekolah yang mau akreditasi. Kebetulan sekolah saya mau akreditasi. Ijin copy

Mengenai Saya

Foto saya
ehm.. gimana y?? klo g knal g syang.. gtu... gamapangkan...